Rabu, 13 Januari 2016

Puring Apel Dora

Dora, demikianlah nama yang disematkan pada puring ini. Belum banyak tersebar di pasaran. Selain karena jenis ini lama perkembangannya juga karena Keboen alma sendiri saat ini tidak memproduksinya secara massal.





Yang menarik dari puring ini selain warnanya yang kuning gading yang soft juga karena daunnya yang tebal. Dora sendiri merupakan singkatan dari nDOg (jawa = telur) dan RAja. 




Senin, 12 Oktober 2015

Puring Mahal, Langka, Indah atau....?

Berbicara tentang mahal tentu saja akan berkaitan dengan nilai harga jual suatu barang yang tinggi. ada berbagai faktor yang mempengaruhi sebuah barang menjadi mahal nilai jualnya, demikian pula dengan tanaman puring( croton) ini. Faktor utama yang sangat mempengaruhi tentu saja adalah eksklusifitas:
Eksklusifitas tanaman puring bisa disebabkan oleh bermacam-macam sebab antara lain:
a. Karena sangat menarik baik dari segi penampilan, karakter daun maupun corak warnanya.
b. Langka dan bagus atau diminati pasar, Bisa saja keberadaan  tanaman puring / croton tersebut langka 
karena hybrid baru ataupun puring keluaran lama yang memang tidak dibudidaya secara masal, namun kelangkaan itu sendiri bukan menjadi jaminan. Kelangkaan tidak akan memberi nilai jual yang tinggi bila tidak diminati pasar.
c. Kualitas dan tinggi atau besarnya tanaman. Penampilan tanaman itu sendiri juga mempengaruhi nilai jualnya, demikian pula dengan tinggi atau besarnya tanaman itu sendiri.

Kriteria mahal itu sendiripun bisa jadi berbeda antara pecinta satu dengan lainnya. Bisa saja harga 500.000 dikatakan sangat murah bagi seseorang namun mahal bagi pecinta puring lainnya.
Masih teringat dalam benak saya ketika dulu beberapa puring memiliki nilai jual yang tinggi seperti Angel Wing (Vinola), Banglor, Kipas Dewa dan sebagainya. Vinola sendiri kemudian menjadi sangat murah hanya 5.000 rupiah per polybag antar petani pada tahun 2011 dengan tinggi 1jengkal lalu naik kembali menjadi 15.000 hingga saat ini pada kisaran 50.000-75.000 di Yogyakarta khususnya.

Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini dimana varian tanaman puring  telah mencapai ribuan, dengan berbagai corak dan karakternya? Para konsumen harus benar-benar jeli dalam membeli puring yang kira-kira hendak "di perdagangkan kembali".

Sabtu, 29 Agustus 2015

Sutarman Namratus

Pada halaman 3 koran Minggu Pagi NO 15 TH 68 MINGGU II JULI 2015 termuat berita dengan huruf yang dicetak tebal dan cukup besar dengan judul "Berkreasi dengan Puring" beserta foto Sutarman, sahabat kami yang terpampang cukup jelas.

Bagi Sutarman, puring memang bukan sekedar tanaman hias namun merupakan sumber penghasilan. Beliau telah menghasilkan ratusan bahkan ribuan silangan puring namun sebagian besar punah saat terjadi letusan G. Merapi pada tahun 2010 lalu. 

Sangat mengasyikan berdiskusi dengannya mengenai puring saat ini yang memunculkan ide-ide kreatif, baik tentang kemungkinan-kemungkinan warna maupun bentuk daun puring. Bahkan beliau yang dahulunya fanatik dengan daun lebar dan tebal kini sudah tidak lagi, karena keinginannya untuk berkreasi kemungkinan-kemungkinan dapat "menciptakan" bentuk-bentuk yang menarik.


 Sebagai anggota Setara Croton Community, Sutarman cukup aktif menyilangkan koleksi puring yang dimilikinya. Beberapa diantaranya adalah Red Kriwil dan Govardan.


Senin, 27 April 2015

Puring Pandora-KA

Dalam mitologi Yunani, Pandora (bahasa Yunani: Πανδώρα) adalah perempuan pertama yang diciptakan.
Setelah diciptakan, Pandora dinikahkan dengan Epimetheus, saudara Prometheus. Pada hari pernikahan mereka, Zeus memberi hadiah berupa sebuah kotak yang indah. Pandora diperingatkan Prometheus untuk tidak membuka kotak tersebut.


Suatu hari, Pandora sangat penasaran dan kemudian membuka kotak tersebut. Setelah dibuka, dari kotak itu keluar berbagai macam keburukan (kejahatan, penyakit, penderitaan). Semua keburukan itu menyebar ke seluruh dunia dan menjangkiti umat manusia. Pandora kemudian melihat ke dalam kotak dan menyadari masih ada satu hal yang tersisa di sana: harapan.

Puring Pandora sekilas menyerupai Fancy Arrow, merupakan anakan dari Magenta GP. Corak warna menyerupai Magenta namun bentuk daun berbeda.




  

Puring Govardan by Sutarman Namratus

Puring Govardan merupakan silangan dari rekan SETARA CROTON COMMUNITY yaitu Bp. Sutarman Namratus yang berdomisili di Kaliurang.


Govardan sendiri berasal dari kata Govardhana (Sansekerta: गोवर्धन) adalah bukit panjang yang terletak di dekat kota Vrindavana, di distrik Mathura dari Uttar Pradesh, India. Bukit ini dianggap sakral khususnya dalam tradisi Waisnawa dalam agama Hindu.

Saya tertarik dengan puring ini selain karena ketebalannya adalah karena perpaduan warnanya yang indah dengan warna daun merah keunguan disertai bercak merah muda....


Selasa, 21 April 2015

Komunitas Puring Yogya

Setelah lama puring tertidur kini mulai nampak menggeliat kembali diperbagai daerah di Indonesia, demikian pula di Yogyakarta khususnya Sleman yang merupakan gudang para penyilang dan petani puring. Diawali dengan terbentuknya beberapa komunitas puring di Indonesia seperti MCC87,KPK (Kediri), JSM (Jogja-Sleman-Magelang).Sementara Yogya juga terbentuk komunitas puring khususnya Sleman Utara. Bermula dari ide-ide beberapa kawan akhirnya terbentuklah SETARA CROTON COMMUNITY.

Walau masih baru namun cukup bisa unjuk gigi di kancah perpuringan Indonesia, terbukti saat Pameran dan Kontes Puring di MMTC 5 April lalu dimana kami kedatangan beberapa sahabat pecinta puring dari berbagai daerah seperti Bang Juned (Nanang Mulyana) dari Cilegon Banten, Bp. Teguh dari Purwokerto dsb.. Juga pada pertengahan April kemarin kami kedatangan tamu  dari Bogor yang khusus mencari puring-puring silangan Yogya.



Beberapa penyilang yang tergabung dalam Komunitas Setara antara lain:
1. Bpk. Deniar Simamora
2. Bpk. Bejo
3. Eeng - Keboen ALMA (KA)
4. Nur Klepo (NC)
5. Murtolo (MT)
6. Sutarman Namratus





12. Catur Sampurno.
13. Dll.



Bianglala merupakan salah satu silangan Keboen Alma dengan bentuk daun dan warna seperti red dragon (merah cerah) namun meliuk seperti New Legend.